ANALISIS STRATEGI DISTRIBUSI DALAM MENINGKATKAN PANGSA PASAR PT CANGGIH PRESISI INDUSTRI


Untuk mengetahui dengan jelas strategi distribusi yang digunakan dan apakah strategi distribusi yang ditetapkan oleh PT Canggih Presisi Industri sudah tepat atau belum.
Definisi Pangsa Pasar menurut Sofyan Assauri (2001 : 95 ) adalah :“ Pangsa pasar merupakan besarnya bagian atau luasnya total pasar yang dapat dikuasai oleh suatu perusahaan yang biasanya dinyatakan dengan persentase“. Strategi distribusi adalah rencana yang disatukan, menyeluruh dan terpadu yang mengaitkan keunggulan strategi perusahaan dengan tantangan lingkungan dan yang dirancang untuk memastikan bahwa tujuan utama perusahaan dapat dicapai melalui pelaksanaan yang tepat oleh perusahaan.
Metode analisis data yang digunakan untuk perhitungan adalah analisa korelasi Pearson. Selain itu penulis juga menggunakan analisa SWOT.
Dari hasil perhitungan korelasi Pearson diperoleh nilai r sebesar = 0,92292314077 (mendekati 1) menunjukkan bahwa hubungan antara strategi distribusi dengan pangsa pasar adalah hubungan positif yang kuat. Kontribusi biaya saluran distribusi dalam peningkatan pangsa pasar perusahaan adalah sebesar 31 % sedangkan sisanya 69 % dipengaruhi oleh faktor-faktor lain diluar biaya saluran distribusi yang diteliti seperti : promosi, harga, konsumen, lingkungan, pesaing dan yang lainnya.

BAB II
LANDASAN TEORI

2.1. Tinjauan Pustaka
2.1.1. Pengertian Pemasaran dan Manajemen Pemasaran
Dewasa ini, pemasaran mempunyai arti baru, yaitu pemuasan akan kebutuhan konsumen atau pelanggan. Suatu produk akan dapat dijual dengan mudah apabila bagian pemasaran suatu perusahaan dapat memahami kebutuhan konsumen, melakukan pengembangan produk, menetapkan harga yang sesuai, melakukan pendistribusian, dan kegiatan promosi dengan efektif. Untuk lebih jelas mengenai pemasaran, penulis mengutip beberapa pendapat dari pakar-pakar ekonomi.
Pengertian pemasaran menurut Philip Kotler (2001:100-110) :
“Pemasaran adalah proses sosial dan manajerial dimana seseorang atau kelompok memperoleh apa yang mereka butuhkan dan inginkan melalui penciptaan dan pertukaran produk dan nilai”.

Setelah mengetahui beberapa definisi pemasaran diatas, maka kita dapat mengetahui lebih lanjut mengenai pengertian dari Manajemen Pemasaran. Berikut ini definisi manajemen pemasaran menurut beberapa ahli ekonomi.
Menurut Philip Kotler (2001:128), manajemen pemasaran adalah :
“Analisis, perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian atas program yang dirancang untuk menciptakan, membentuk dan mempertahan- kan pertukaran yang menguntungkan dengan pembeli sasaran dengan maksud untuk mencapai tujuan-tujuan organisasi”.

Sedangkan menurut Sofyan Assauri (1999:246):
“Manajemen pemasaran merupakan kegiatan penganalisaan, perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian program-program yang dibuat untuk membentuk, membangun, dan memelihara keuntungan dari pertukaraan melalui sasaran pasar guna mencapai tujuan organisasi atau perusahaan dalam jangka panjang.”

Definisi tersebut mengungkapkan bahwa pada dasarnya tujuan dan prinsip dari manajemen pemasaran adalah sama, yaitu kegiatan penganalisaan, pelaksanaan, pengendalian atas program yang telah ditetapkan untuk mencapai tujuan dan memperoleh keuntungan.

2.1.2. Pengertian Fungsi Pemasaran dan Bauran Pemasaran
Adapun pengertian fungsi-fungsi pemasaran adalah sebagai berikut :
1. Fungsi penjualan
Fungsi tentang bagaimana memperlancar penjualan barang atau jasa yang dihasilkan dengan melakukan tindakan yang aktif dan dinamis
2. Fungsi pembelian
Merupakan usaha untuk mendapatkan barang dagangan atau bahan baku secara efisien dan efektif
3. Fungsi pengangkutan
Usaha menyalurkan barang atau jasa secara fisik, yang dapat dilakukan sendiri atau melalui jasa transport.

4. Fungsi penyimpanan
Fungsi penyimpanan barang dari bahan baku sampai berupa barang yang siap dikonsumsi.
5. Fungsi pembelanjaan
Fungsi mendapatkan modal dari sumber ekstern ( kredit dagang, kredit bank) guna menyelenggarakan kegiatan pemasaran
6. Fungsi standarisasi dan grading
Standarisasi adalah penentuan batas-batas dasar bentuk barang manufaktur. Grading merupakan usaha menggolong-golongkan barang sesuai standar kualitas yang telah ditetapkan.
7. Fungsi penanggulangan resiko
Fungsi menghindari dan mengurangi resiko yang berkaitan dengan pemasaran barang.
8. Fungsi pengumpulan informasi
Pengumpulan dan penafsiran keterangan tentang macam-macam barang yang beredar di pasar, jumlah, macam barang yang dibutuhkan konsumen, harga, dan lain-lain.
Pengertian Bauran Pemasaran menurut Sofjan Assauri (1999:126) :
“Bauran Pemasaran adalah strategi yang dijalankan perusahaan, yang berkaitan dengan penentuan bagaimana perusahaan menyajikan penawaran produk pada segment pasar tertentu yang merupakan pasar sasarannya.”
Bauran pemasaran terdiri dari empat variabel yang saling berkaitan satu dengan yang lainnya, empat variabel bauran pemasaran tersebut adalah :

1. Produk
Adalah segala sesuatu yang dapat ditawarkan kepada pasar untuk dimiliki atau dikonsumsi serta memberikan kepuasan kepada konsumen. Strategi produk mencakup keputusan bauran produk, merk dagang, pembungkusan, tingkat mutu, dan pelayanan.
2. Harga
Merupakan jumlah uang yang harus dibayarkan konsumen untuk mendapatkan produk tersebut. Harga mempengaruhi tingkat penjualan, keuntungan serta market share yang dapat dicapai perusahaan.
3. Tempat
Menunjukan berbagai kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan untuk menjadikan produk dapat diperoleh dan tersedia bagi konsumen sasaran.
4. Promosi
Merupakan berbagai kegiatan yang dilaksanakan perusahaan untuk menjual produknya, yang dilakukan dengan strategi promosi yang mencakup periklanan, penjualan perorangan, promosi penjualan, dan publisitas.

2.1.3. Bentuk-bentuk dan Jenis-jenis Saluran Distribusi
Bentuk saluran distribusi merupakan jalur yang dilalui oleh perpindahan hak milik atas barang yang dipasarkan untuk sampai ke tangan konsumen dengan melalui beberapa perantara. Beberapa produsen melakukan penyaluran sendiri secara langsung kepada pemakai akhir, tetapi dengan cara tersebut tingkat efisien akan relatif lebih kecil dibandingkan dengan menggunakan perantara. Penggunaan atau pemanfaatan penyalur atau perantara untuk suatu perusahaan harus dapat ditentukan dengan tepat, karena penyalur yang sesuai untuk suatu perusahaan akan membawa suatu dampak yang sangat besar bagi perusahaan itu sendiri. Demikian pula apabila perantara atau penyalur yang dipergunakan tidak sesuai dengan perusahaan yang ada akan membawa dampak yang buruk bagi perusahaaan itu sendiri baik secara langsung
Hal ini dilihat pada gambar 2.1, tentang tingkat efisien yang dapat dicapai antara penyaluran secara langsung dengan menggunakan perantara, sebagai berikut :

GAMBAR 2.1. Tingkat Efisien
P C P C
P C P M C P C P C
Jumlah Kontak : Jumlah Kontak :
P X C = 3 X 3 = 9 P + C = 3 + 3 = 6
P = Produsen C = Konsumen M = Perantara

Sumber : Philip Kotler (2001:530)

Dengan menggunakan perantara, Perusahaan dapat mengurangi biaya pemasaran dan dana tersebut dapat dipergunakan dalam memasarkan hasil produksinya. Beberapa ahli mengemukaan teori pada dasarnya mempunyai prinsip yang sama, seperti halnya teori yang dikemukakan oleh Stanton dan Kotler.
Bentuk saluran distribusi barang konsumsi menurut Philip Kotler (2001:626), yaitu :
PRODUSEN KONSUMEN
PRODUSEN PENGECER KONSUMEN
PRODUSEN PDG. BESAR PENGECER KONSUMEN
PRODUSEN AGEN PENGECER KONSUMEN
PRODUSEN AGEN PDG.BESAR PENGECER KONSUMEN
Bentuk saluran distribusi barang industri menurut Philip Kotler (2001:626), yaitu :
PRODUSEN PEMAKAI
PRODUSEN DISTRIBUTOR PEMAKAI INDUSTRI
PRODUSEN AGEN DIST. INDUSTRI PEMAKAI INDUSTRI
PRODUSEN AGEN PEMAKAI INDUSTRI

Setiap middleman yang melaksanakan beberapa tugas di dalam membawa produk dan hak kepemilikannya lebih dekat ke pembeli akhir membentuk tingkat saluran Jumlah dari tingkat intermediary yang digunakan menunjukkan panjang dari suatu saluran. Berdasarkan jumlah tingkat intermediary dapat dibedakan beberapa jenis saluran distribusi, seperti yang dikemukan oleh Philip Kotler (2001:529-530) sebagai berikut :
a. Zero-level Channel (Direct Marketing Channel), dimana produsen menjual secara langsung kepada konsumen. Tiga cara utama dari penjualan langsung adalah door to door, mail order dan manufacturer owned stored.
b. One-level Channel yang mempunyai satu intermediary penjualan, seperti retailer.
c. Two-Level Channel yang mempunyai dua intermediary. Dalam pasar konsumen mereka adalah wholesaler dan retailer.
d. Three-Level Channel yang mempunyai tiga intermediary. Saluran jenis ini menyalurkan produk melalui kantor cabang yang menyalurkan wholesaler, yang langsung disalurkan ke konsumen akhir.
e. Higher-Level Marketing Channel yang mempunyai lebih dari tiga intermediary. Saluran jenis ini jarang dipakai karena semakin panjang tingkat perantara, maka akan semakin sulit dalam pengawasannya.

2.1.4. Pengertian dan Peranan Perantara
a. Pengertian Perantara
Perantara merupakan unsur yang penting daam saluran distribusi, karena adanya perantara dalam saluran distribusi akan membantu mengatasi kesenjangan waktu antara proses produksi dengan pemakaian produk oleh konsumen. Perantara turut memberikan andil dalam menjalankan fungsi saluran distribusi, menciptakan manfaat bentuk, manfaat waktu, manfaat tempat dan manfaat kepemilikan.
Sebelum membahas lebih lanjut tentang masalah perantara ini, maka perlu diketahui terlebih dahulu definisi dari perantara itu sendiri. Adapun definisi perantara adalah sebagai berikut :
Seorang perantara juga menyediakan jasanya dalam hal pembelian atau penjualan produk yang bergerak dari produsen ke konsumen. Selain itu perantara juga mendapatkan hak milik dari produk-produk tersebut pada waktu bergerak dari produsen ke konsumen, atau secara aktif mengalihkan hak milik produk tersebut. Jadi inti dari kegiatan perantara adalah keaktifan mereka dan perantaranya yang menonjol dalam melakukan pembelian, penjualan, dan beberapa fungsi marketing lainnya, misalnya promosi.
Menurut Philip Kotler (2001:525) secara umum perantara dapat dibedakan menjadi dua kelompok besar, yaitu :
1. Perantara Pedagang (Merchant Middleman)
Mereka memiliki barang yang akan diperdagangkan dan menjalankan aktifitas usahanya dengan membeli produk untuk dijual kembali, atas dasar pemilikan ini mereka menanggung resiko penjualan yang dapat terjadi. Contoh : pedagang besar, dan pengecer.

2. Perantara Agen (Agent Middleman)
Mereka menyediakan jasa-jasa atau fungsi khusus dalam pembelian atau penjualan, tetapi mereka tidak mempunyai hak milik atas barang yang diperdagangkan. Biasanya seorang agen tidak melaksanakan fungsi-fungsi pemasaran sebanyak yang dilaksanakan perantara perdagangan. Mereka memperoleh imbalan biasanya dalam bentuk komisi atau uang jasa, contoh : agen penjualan, dan agen pembelian.

Hal yang perlu diperhatikan adalah bahwa lembaga-lembaga bisnis yang membantu pelaksanan pendistribusian perdagangan, tidak mempunyai hak milik dan tidak diperbolehkan ikut serta dalam transaksi penjualan dan pembelian. Dengan kata lain hanya memiliki tanggung jawab atas transaksi yang terjadi.

b. Peranan Perantara Dalam Saluran Distribusi
Ada beberapa alasan mengapa produsen melimpahkan bagian tugas-tugas penjualan perusahaannya kepada perantara dalam saluran distribusi, diantaranya adalah :
1. Banyaknya kekurangan produsen untuk menyelenggarakan suatu kegiatan pemasaran secara langsung.
2. Produsen mempertimbangkan bahwa dana yang dimiliki lebih baik dipergunakan untuk investasi lain dalam bidang usahanya.
3. Perantara lebih efektif dalam menyalurkan hasil produksi karena pengalaman dan spesialisasi dalam bidangnya.
Berdasarkan faktor-faktor diatas, dapat disimpulkan bahwa penggunanan perantara dalam menyalurkan suatu barang akan lebih efektif, sebagai penghubung antara produsen dan konsumen, perantara menjalankan sebagian fungsi-fungsi pemasaran dalam saluran distribusi. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya yang termasuk dalam fungsi-fungsi tersebut antara lain : contact, negotiation, physical distribution dan risk taking.

2.1.5. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pemilihan Saluran Distribusi
Seorang pimpinan perusahaan harus dapat memperhatikan faktor utama dalam proses pemilihan saluran distribusi, seperti : pola pembelian konsumen, sifat dan corak pasar yang ada. Faktor-faktor lain yang perlu dipertimbangkan dalam proses pemilihan saluran distribusi yang tepat untuk suatu perusahaan adalah produk yang bersangkutan, perantara, dan perusahaan itu sendiri. Empat faktor yang dapat mempengaruhi pemilihan saluran distribusi sebagai berikut :
1. Pertimbangan Pasar
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pertimbangan pasar ini adalah apakah produk yang dimaksudkan tersebut untuk pasar konsumen atau pasar industri. Variabel lainnya yang perlu diperhatikan atau dipertimbangkan antara lain : Jumlah pelanggan potensial, konsentrasi geografis pasaran, banyaknya pesanan.
2. Pertimbangan Produk
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pertimbangan produk, sebagai bagian dari beberapa hal yang perlu dipertimbang kan dalam proses pemilihan saluran distribusi, antara lain :
1. Nilai satuan
Nilai satuan produk mempengaruhi jumlah dana yang tersedia untuk distribusi. Dengan kata lain semakin besar nilai satuan, makin pendek saluran distribusi yang dipergunakan, sehingga dapat dipertanggung jawabkan secara ekonomis.
2. Sifat cepat rusak
Produk yang secara fisik dapat cepat rusak atau mudah ketinggalan bentuk, harus disalurkan dengan menggunakan saluran distribusi yang pendek.
3. Sifat teknis produk
Suatu produk industri yang bersifat teknis tinggi kebanyakan didistribusikan secara langsung kepada pemakai atau konsumen terakhir, yang harus disertai dengan penyediaan jasa pra jual dan jasa purna jual.
3. Pertimbangan Perantara
Hal-hal yang perlu diperhatikan yang berhubungan dengan pertimbangan perantara terdiri dari :
1. Jasa-jasa yang disediakan oleh perantara
Setiap produsen hendaknya memilih perantara yang bisa menyediakan jasa-jasa pemasaran yang tidak dapat disediakan oleh produsen.
2. Tersedianya perantara yang dikehendaki
Jenis perantara yang diinginkan oleh produsen sudah tidak ada, karena perantara yang dinginkan tersebut sudah menjual produk pesaing dan tidak ingin menambah produk yang lainnya.
3. Sikap perantara terhadap kebijakan perusahaan
Kadang kala jumlah pilihan saluran distribusi terbatas bagi produsen oleh karena kebijakan pemasaran tidak dapat diterima oleh golongan
perantara tertentu.
4. Pertimbangan Perusahaan
Varaibel-variabel yang berhubungan dengan pertimbangan perusahaan dapat dibagi menjadi :
1. Sumber dana keuangan
Suatu perusahaan yang kuat secara finansial kurang membutuhkan jasa perantara dalam penyaluran hasil produksinya. Tetapi sebaliknya suatu perusahaan yang kurang kuat secara finansial, membutuhkan jasa perantara dalam proses penyaluran hasil produksinya.
2. Kemampuan manajemen
Pemilhan saluran distribusi yang tepat juga dipengaruhi oleh pengalaman dan kemampuan manajemen dalam memasarkan hasil produksinya. Sehingga bagi perusahaan yang kurang memiliki pengalaman dalam hal pemasaran, memilih menggunakan jasa perantara dalam hal pendistribusian hasil produksinya.
3. Keinginan menguasai saluran
Penguasa saluran distribusi bagi seorang produsen disebabkan oleh berbagai faktor antara lain : produsen dapat mengendalikan sendiri saluran distribusinya, menekan biaya yang dikeluarkan untuk pemasaran produk yang dihasilkan, dan kemampuan untuk menjalankan promosi dengan lebih giat, serta dapat menguasai penetapan harga eceran yang berlaku secara umum.
4. Jasa-jasa yang disediakan oleh penjual
Keputusan seorang produsen dalam hal penggunaan jasa pemasaran sering dipengaruhi oleh jasa-jasa pemesanan yang dapat mereka berikan sehubungan dengan jasa-jasa yang diminta oleh perantara.

2.1.6. Pengertian Pangsa Pasar
Pasar yang menggambarkan semua pembeli dan penjual yang telibat dalam suatu transaksi aktual dan potensial terhadap barang atau jasa yang ditawarkan. Suatu transaksi yang bersifat potensial dapat terlaksana, apabila kondisi berikut ini terpenuhi, yaitu :
1. Terdapat paling sedikit 2 (dua) pihak
2. Masing-masing pihak memiliki suatu barang bagi pihak lain
3. Masing-masing mampu berkomunikasi dan menyalurkan kieinginan
4. Masing-masing pihak bebas menerima atau menolak penawaran dari pihak lain
Definisi Pangsa Pasar menurut Sofyan Assauri (2001 : 95 ) adalah :
“ Pangsa pasar merupakan besarnya bagian atau luasnya total pasar yang dapat dikuasai oleh suatu perusahaan yang biasanya dinyatakan dengan persentase “
Menurut Douglas W. Foster (2000:45) yang disadur oleh Bambang Kusriyanto yaitu :
“Memecah-mecah suatu keseluruhan yang heterogen menjadi bagian yang homogen yang mencakup para pelanggan yang mempunyai kepentingan yang sama untuk tujuan yang berbede-beda”
Dari definisi-definisi diatas, maka dapat disimpulkan pangsa pasar adalah besarnya bagian pasar yang dikuasai oleh suatu perusahaan. Dengan kata lain penguasaan suatu produk terhadap pasar atau besarnya jumlah produk yang diminta yang dihasilkan oleh suatu perusahaan dibandingkan dengan jumlah permintaan di pasar. Pangsa pasar ini dapat dipecah-pecah menurut wilayah politis, kawasan geografis yang lebih besar, ukuran, pelanggan, tipe pelanggan, dan teknologinya.
Pangsa pasar ini biasanya dinyatakan dalam bentuk persentase (%), perhitungan untuk pangsa pasar (market share) adalah sebagai berikut :

Vol. Penjualan Perusahaan Sejenis
Pangsa Pasar = x 100 %
Total Penjualan Perusahaan Sejenis

Dengan mengetahui kedudukan produk dalam suatu pasar, maka perusahaan dapat menentukan langkah-langkah kebijaksanaan pemasaran yang tepat Dan untuk memperluas pangsa pasar yang ada, suatu perusahaan tidak boleh beranggapan bahwa kenaikan pangsa pasar dalam pasar yang mereka layani secara otomatis akan memperbaiki tingkat pendapatan laba mereka. Hal ini tergantung pada strategi mereka dalam meningkatkan pangsa pasar mereka, mungkin jauh melebihi nilai atau tingkat pendapatan mereka.
Perusahaan harus mempertimbangkan 3 faktor penting terlebih dahulu, sebelum melakukan perubahan guna meningkatkan pangsa pasar yang telah dimiliki. Adapun 3 Faktor penting yang harus diperhatikan dan dipertimbangkan tersebut adalah sebagai berikut :
1. Kemungkinan timbulnya tindakan anti monopoli
Tindakan anti monopoli akan timbul, apabila suatu perusahaan menunjukkan peningkatan yang cukup drastis terhadap pangsa pasar yang ada dibandingkan dengan perusahaan sejenis lainnya.
2. Biaya ekonomi

KONSEP PANGSA PASAR OPTIMAL
P Pangsa Pasar Optimal
R
O
F
I
T
A
B
I
L
I
T
A
S
PANGSA PASAR

3. Pangsa pasar yang lebih besar mungkin mengurangi profitabilitas.
Perusahaan mungkin melakukan strategi bauran pemasaran yang keliru dalam mengejar pangsa pasar yang lebih tinggi sehingga tidak menaikkan laba, walaupun bauran pemasaran tertentu efektif dalam meningkatkan pangsa pasar, tetapi tidak semuanya dapat meningkatkan laba perusahaan yang diperoleh. Dengan kata lain pangsa pasar yang tinggi dapat meningkatkan pendapatan laba, jika biaya perunit yang ada menurun disertai dengan peningkatan pangsa pasar. Dan jika perusahaan menawarkan produk yang berkualitas unggul dan mengenakan harga yang lebih tinggi, yang jauh lebih dari cukup untuk menutup biaya.
Perusahaan yang pangsa pasarnya meningkat sudah tentu berkinerja lebih baik dari pada pesaingnya dalam 3 area, yaitu : kegiatan produk baru, kualitas produk relatif, dan pengeluaran pemasaran secara khusus.
1. Perusahaan yang menaikan pangsa pasar, umumnya mengembangkan dan menambah lebih banyak produk baru ke lini produk mereka.
2. Perusahaan yang meningkatkan kualitas produk mereka melebihi pesaing yang ada, akan menikmati kenaikan pangsa pasar yang lebih besar dari pada mereka yang tingkat kualitasnya stabil atau menurun.
3. Perusahaan yang meningkatkan pengeluaran pemasaran lebih besar dan lebih cepat dari tingkat pertumbuhan pasar, umumnya akan mencapai kenaikan pangsa pasar.
4. Perusahaan yang menurunkan harga mereka jauh lebih besar dari pada harga yang dikeluarkan oleh pesaing tidak akan mencapai kenaikan pangsa pasar yang berarti.
Ada 4 ukuran atau 4 jenis dalam mendefinisikan dan mengukur pangsa pasar yang ada dalam suatu pasar, ukuran pangsa pasar tersebut antara lain :
1. Pangsa pasar keseluruhan.
Pangsa pasar keseluruhan adalah penjualan suatu perusahaan yang penjualnya dinyatakan sebagai persentase dari penjualan pasar secara total atau secara keseluruhan dalam suatu industri, diperlukan 2 (dua) keputusan untuk menggunakan ukuran ini yaitu : apakah proses perhitungan pangsa pasar akan menggunakan perhitungan dalam unit penjualan atau dalam pendapatan penjualan (rupiah) untuk menyatakan pangsa pasar.
2. Pangsa pasar yang dilayani.
Pangsa pasar yang dilayani adalah persentase dari total penjualan terhadap pasar yang telah dilayani oleh suatu perusahaan, pasar yang dilayani adalah semua pembeli yang dapat dan ingin membeli produknya.
3. Pangsa pasar relatif (untuk 3 pesaing puncak).
Pangsa pasar relatif jenis ini hanya menyatakan persentase penjualan suatu perusahaan dari penjualan gabungan 3 perusahaan pesaing terbesar dalam bidang yang sama.
4. Pangsa pasar relatif (terhadap pesaing pemimpin).
Beberapa perusahaan melihat pangsa pasar mereka sebagai persentase dari penjualan pesaing pemimpin. Perusahaan yang memiliki pangsa pasar lebih besar 100 % disebut sebagai pemimpin pasar, sementara Perusahaan yang memiliki pangsa pasar tepat 100 % berarti perusahaan tersebut memimpin pasar yang ada bersama-sama.

2.2. Kerangka Pemikiran
Distribusi sebagai salah satu bagian dari strategi bauran pemasaran, merupakan faktor yang sama pentingnya dengan strategi bauran pemasaran lainnya. Yang dimaksud dengan saluran distribusi adalah lembaga-lembaga distributor atau lembaga-lembaga penyalur yang mempunyai kegiatan untuk menyalurkan atau menyampaikan barang/jasa dari produsen hingga sampai ke konsumen akhir. Dalam menetapkan suatu saluran distribusi yang sesuai untuk suatu perusahaan, perusahaan tersebut terlebih dahulu harus mampu menganalisa kebutuhan konsumen akan pelayanan, menetapkan sasaran yang ingin dicapai dan hambatan yang ada, dan mengenali alternatif mata rantai saluran distribusi, serta dapat memilih dan mengevaluasi alternatif saluran distribusi yang telah dipilih tersebut. Dan harus disesuaikan dengan situasi dan kondisi perusahaan tersebut, juga pedoman-pedoman yang ada, dan faktor-faktor lainnya yang harus diperhatikan dan dipertimbangkan dalam memutuskan penetapan saluran distribusi. Berdasarkan faktor-faktor yang disebutkan diatas, penetapan saluran distribusi yang akan dipergunakan suatu perusahaan merupakan suatu masalah yang harus dapat direncanakan, dipertimbangkan, dipecahkan dan diambil suatu keputusan yang tepat oleh manajemen perusahaan tersebut.
Penetapan saluran distribusi yang tepat atau sesuai untuk suatu perusahaan akan membawa dampak yang sangat besar bagi perusahaan tersebut, seperti halnya tercapainya tujuan dari pendirian suatu perusahaan yaitu laba yang besar, dan kelangsungan hidup perusahaan yang stabil. Dan sebaliknya penetapan saluran distribusi yang tidak tepat atau tidak sesuai dengan suatu perusahaan akan membawa dampak yang sangat besar bagi perusahaan itu sendiri seperti : menurunnya tingkat penjualan, tingkat pendapatan penjualan, menurunnya pangsa pasar, tingkat laba yang diperoleh perusahaan atau bahkan hingga yang terburuk yaitu penutupan perusahaan yang ada.

Silahkan downloads disini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: